Rabu bersama Senja

Untuk Rabu yang bersedih saat ini, tertawalah. Tawamu adalah penyemangat bagiku.

Untuk Rabu yang sedang menangis saat ini, tersenyumlah, hapus air mata berhargamu. Kamu gadis kuat, gadis hebat. Air matamu terlalu dan terlalu bahkan terlalu begitu terlalu berharga untuk Dia yang tidak melirikmu sama sekali.

"Untuk Rabu, dari Tuan yang mengagumimu. Tersenyum disaat aku melihatmu, itu adalah yang terbaik. Aku menyukainya."

"Untuk Rabu, dari Dia yang menyakitimu. Berhentilah menyukaiku. Aku tidak menyukaimu."

"Untuk Tuan, dari Rabu yang mengagumimu juga dalam diam. Terima kasih atas perhatianmu. Aku menyukainya. Aku juga menyukainya saat kamu tersenyum ketika melihatku. Itu bahkan lebih manis dari apapun."

"Untuk Dia, dari Rabu yang menyukaimu. Andai saja aku dapat berhenti menyukaimu, sudah pasti kulakukan saat ini juga, hari ini juga, jam ini juga, menit ini juga, bahkan detik ini juga. Tapi sayang, aku tidak dapat berhenti. Belum lagi saat aku melihatmu melirik Nona. Itu menyakitkan, hehe."

Yang terakhir, untuk Rabu, diriku sendiri, dari perasaanku sendiri. Berhentilah menangis. Berhentilah menyakiti dirimu sendiri. Berhentilah bersikap tidak tahu. Berhentilah berbohong pada perasaanmu. Berhenti dan berhentilah melakukan semuanya. Jujurlah dengan sendirinya.

Untuk kalian yang membacanya, untuk semuanya, Dia, Tuan, Nona, Kau, Kamu, Ia, dan Kawan sekalian. Terima kasih sudah membaca cerita Rabu untuk hari ini. Terima kasih sudah membacanya sampai akhir. Rabu bahagia, Rabu tidak sendiri. Rabu punya kawan. Rabu punya Kamu. Rabu punya Ia. Rabu punya Kau. Rabu punya semuanya.

Rabu bahagia, Rabu tidak bersedih lagi saat ini. Terima Kasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fuki Yona

Untuk Dia yang paling nyebelin