Rindu Sepenuh Hati (Bag. 2)
"Kangen berat, ya, kayanya nih si Ratu sama Tuannya." Syarah mendongkak mendengar ucapan Nanda. "Dih, bukannya kamu, ya, tadi yang bilang katanya kangen aku? Sampe boong digigit anjing lagi. Tadinya aku nggak mau dateng, tapi si mamah berisik banget takutnya kamu rabies. Padahal ya, kamu, kan sekuat baja, nggak akan rabies cuma karena digigit anjing." Bela Syarah masih dengan memeluk tubuh kurus Nanda. "Tapi, buktinya kamu langsung dateng, kan. Sampai keringetan gitu lagi." Nanda tertawa. Secara refleks Syarah melepas pelukannya. Nanda terheran. "Kok, udahan?" Tanyanya. "Kamunya nyebelin." Nanda lagi-lagi tertawa. Suka sekali ia tertawa ya kalau bersama Syarah. Kini mereka berdua sudah menatap ke depan. Menatap danau dan hamparan langit yang seperti menyatu. Perlahan warna langit sudah berubah menjadi jingga. Bulan juga mulai menampakkan wujudnya. "Kok aku nyebelin mulu, sih?" "Ya, kan, kamu itu Tuan Ternyebelin S...