Fuki Yona
Fuki berjalan dibawah naungan hujan pagi ini. Dirinya tidak berlari, tidak juga berjalan. Hanya diam, berdiri, sendiri. Termangu menatap kedepan. Dimana, didepan sana, ada cahaya. Cahaya yang membuatnya masih bisa berjalan seperti sekarang. Cahaya yang membuatnya bersemangat kembali. Dia telah hilang. Cahayanya menghilang, bersama dengan hujan yang datang. Fuki tidak tahu, Cahaya mungkin telah pergi saat ini. Tapi Fuki tidak ingin Cahaya menghilang. "Yo--Yona..." Menyebutkan namanya saja Fuki penuh keraguan, apalagi menjemputnya, menariknya agar tidak hilang. Suaranya begitu lirih, berbanding terbalik dengan suara hujan yang turun dari langit, menembus dahan pohon dan akhirnya jatuh ke bumi. Didepan sana, Yona menoleh. Ia tersenyum, sangat tipis. Air matanya masih terlihat jelas dipelupuk matanya. Matanya yang bulat dengan warna cokelat, Fuki menyukainya. Tidak seperti ini, jika Fuki tidak memanggilnya, Yona akan menghilang, cahayanya akan menghilang. Fuki membenci akan h...